Rubrik Sosok kali ini akan mengulas seorang sosok yang sangat berpengaruh dalam kehidupan organisasi di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya. Sosok kali ini tak lain ialah Presiden dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Hendri Ramdhoni atau akrab disapa Hendri. Hendri adalah anak ketiga dari 5 bersaudara yang lahir pada tanggal 3 Maret 1994. Hendri lahir dalam keluarga sederhana, namun keluarga yang sederhana itu mengajarkan kepadanya banyak hal dalam rangka proses pembangunan karakter bagi dirinya sendiri. Salah satunya yaitu sosok Heri bahrudin yang merupakan kakak dari Hendri. Baginya sosok kakaknya tersebut digambarkan sebagai seseorang yang sederhana, tidak neko-neko, peduli terhadap kondisi kedua orang tua dan tidak pernah menuntut lebih kepada orang tuanya. Selain itu sosok yang tak kalah pentingnya dalam membangun karakter Hendri adalah ayahnya sendiri. Ayahnya selalu mengajarkannya tentang prinsip hidup, yaitu untuk selalu berbuat jujur, baik, benar dan bekerja keras. Kedua sosok inilah yang berhasil membangun karaker Hendri sekarang ini.
Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam suatu organisasi kemahasiswaan, banyak sekali hal yang memotivasi Hendri hingga menjadi Presiden BEM seperti saat ini. Hal ini bahkan dimulai saat Hendri baru menginjakan kakinya pertama kali di FKH UB. Sang kakak selalu memotivasi Hendri dengan berkata bahwa “Kuliah bukan hanya untuk menuntut ilmu saja namun juga untuk mencari jati diri yang sebenarnya”. Motivasi lainnya diperoleh pada saat menjalani Probin Maba 2012, saat itu Hendri memandangi TKP yang notabene terlihat pemarah, keras, bahkan jahat sebagai seseorang yang sebenarnya banyak bekerja dibalik layar seperti mengkondisikan kegiatan Probin Maba dan pengkondusifan Maba, namun mereka tidak terlalu memperdulikan pandangan orang lain terhadap diri mereka sendiri. Motivasi juga datang dari Presiden BEM 2012, Faisal Agung Pratomo yang dapat menenangkan setiap orang di Probin Maba dengan memberikan aura positif kepada peserta dan panitia Probin Maba sehingga kondisi menjadi baik lagi. Dari sana pun Hendri melihat sosok Faisal dan panitia TKP sebagai orang- orang yang rela berkorban bahkan tanpa memperdulikan pandangan orang lain terhadap mereka, orang-orang yang kreatif dan tegas. Selain itu motivator lainnya yang sangat berkesan bagi Hendri adalah mas Shanda, mas Dimas, mas Taufik, mas Wira dan mas Wildan yang banyak sekali mengajarkan bagaimana cara memimpin suatu organisasi, cara memanajemen waktu dan manajemen terhadap diri sendiri.
Banyak sekali target yang ingin dicapai oleh seorang Hendri Ramdhoni selama dirinya menjabat sebagai Presiden BEM 2014-2015, seperti meningkatkan berbagai sistem yang ada di FKH dari segi kaderisasi, manajemen program kerja dan koordinasi serta ingin menjadikan kabinet yang dipimpinnya saat ini menjadi kabinet terbaik selama kepengurusan BEM di FKH. Dalam merealisasikan targetnya tersebut banyak sekali pencapaian hal yang telah dilakukan nya seperti membangun link dengan BEM dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan (FAPET) dan Fakultas Pertanian (FP) dengan membuat sebuah ekskul di SMAN Tutur yaitu dengan mengadakan karya ilmiah remaja (KIR), mengadakan PENGMAS selama 1 minggu, keberhasilan FKH UB dalam menjuarai INTERVAL, berhasil mengkader MABA 2014 untuk menjadi Presidium MUNAS IMAKAHI 2014 yang diadakan beberapa waktu yang lalu, mengadakan Open House Kelembagaan diluar kampus, menjalankan kembali PUMA, dan mengadakan PR atau Public Relation untuk dapat mengefisiensikan proker yang ada di FKH.
Bagi Hendri selama berada dan memimpin BEM hingga saat ini banyak sekali pelajaran yang dapat diambilnya, seperti bagaimana cara berkomunikasi yang baik, bagaimana mengayomi adik-adik mahasiswa baru FKH 2014 dan bagaimana organisasi itu sendiri. Baginya menjadi Presiden BEM membuatnya jauh lebih senang, lebih dewasa dan bahkan jika lepas dari BEM, Hendri akan merasa sedih. Baginya BEM merupakan segala-galanya layaknya seorang guru yang memberikan banyak pengajaran, seperti orang tua dan sahabat serta mungkin sebagai cinta sejati. Terakhir, Hendri berpesan bahwa ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kabinetnya yang berada di BEM dan kepada kolega mahasiswa FKH, yang telah banyak memberikan dukungan, masukan dan juga pengajaran padanya. Satu hal yang Mak Can kutip dari sosok ini yaitu ketika beliau berkata : “BEM bukanlah milik kak Hendri, tapi BEM merupakan milik kita bersama (Mahasiswa FKH UB), Laskar…Panji…Ungu…KH…Maju…KH…Maju…” (NMC)
No comments:
Post a Comment